Cara Memilih Kayu Jati Yang Bagus

Periksa karakteristik fisik

  • Warna: Pilih warna cokelat keemasan yang merata. Hindari warna cokelat kekuningan yang terang dan tidak seragam, yang bisa menandakan kualitas lebih rendah. Kayu berkualitas tinggi cenderung memiliki warna lebih gelap.
  • Serat: Carilah kayu dengan serat yang rapat dan lurus, bukan bergelombang atau menyimpang, karena ini menandakan kekuatan dan ketahanan yang lebih baik.
  • Pori-pori: Pori-pori yang padat menunjukkan kayu yang lebih kuat dan tahan terhadap serangan hama seperti rayap.
  • Tekstur: Tekstur yang agak kasar hingga kasar dan tidak rata biasanya normal, tetapi cari yang terasa padat dan tidak terlalu ringan.
  • Aroma: Kayu jati asli memiliki aroma khas yang sedikit manis dan alami, bukan bau kimiawi.
  • Gubal: Pilih kayu jati tanpa gubal atau dengan jumlah gubal paling sedikit (ideal di bawah 3%).
  • Cacat: Hindari kayu dengan “mata mati” (lubang) atau “cocoh” (lubang akibat serangga) karena dapat menyebabkan keretakan. 

Perhatikan kelembaban dan keaslian

  • Kadar air: Pastikan kadar airnya sesuai. Kayu yang terlalu kering atau terlalu basah akan memengaruhi kestabilan dan kekuatannya.
  • Keaslian: Beli dari penjual terpercaya dan pastikan kayu yang digunakan adalah jati asli, bukan kayu rekayasa. 

Pertimbangkan faktor lain

  • Usia pohon: Kayu dari pohon yang lebih tua biasanya lebih keras, padat, dan tahan lama.
  • Sertifikasi: Pastikan kayu memiliki sertifikasi legal untuk menjamin asal-usul yang berkelanjutan dan legal.
  • Harga: Ingat bahwa kayu jati berkualitas tidak mungkin dijual dengan harga yang sangat murah. Ini bisa menjadi tanda kayu tidak asli atau kualitas rendah. 

Let's Chat!
Scroll to Top